Rabu, 10 Agustus 2011

Gerak Pada Tumbuhan


CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP (GERAK PADA TUMBUHAN)


 

        A.      Tujuan     :                      1) Mengamati gerak seismonasti
                                   2) Mengamati gerak niktinasti
                                  3) Mengamati gerak geotropisme negatif pada tumbuhan
      
B.      Alat dan Bahan             :
              Seismonasti dan Niktinasti
1.      Tanaman Putri Malu dalam pot sebanyak 1 buah.
2.      Kotak dari karton warna hitam atau kardus dilapisi kertas hitam  sebanyak 1  buah.
3.      Stopwatch atau jam tangan sebanyak 1 buah.
4.      Alat-alat tulis dan pengaris.

       Geotropisme
1.      Pot berukuran kecil sebanyak 2 buah.
2.      Tanah yang subur secukupnya.
3.      Biji kacang merah secukupnya.
4.      Air secukupnya.

C.      Cara Kerja

Seismonasti
1.      Menyediakan alat dan bahan yang diberisi tanaman putri malu, lembar kerja, alat-alat tulis, dan penggaris.
2.      Menyediakan pot putri malu yang telah disiapkan beberapa hari sebelumnya sehingga ketika akan dilakukan percobaan, pot tersebut dalam keadaan segar. Caranya adalah dengan mencari tanaman putri malu berukuran sedang kemudian mengambilnya dengan cara menyodoknya dengan skop atau alat lainnya sehingga tanaman tersebut dapat dipindahkan ke dalam pot tanpa mengganggu bagian akarnya.
3.      Meletakkan pot putri malu yang telah disiapkan di atas meja, selanjutnya melakukan sentuhan halus hingga sentuhan yang paling kasar terhadap daun-daun putri malu tersebut dengan menggunakan penggaris.
4.      Mencatat hasil pengamatan pada lembar kerja (tabel 1.2.) di bagian akhir modul ini.

Hasil Pengamatan

Tabel 1.2.
Hasil pengamatan seismonasti

    No.
J  Jenis sentuhan pada daun putri malu
Reaksi daun putri malu
       Keterangan
1.
H    halus
      Putri malu menutup
 P  
2.
Se  sedang
   P  Putri malu menutup,2-3 menit kemudian terbuka kembali

3.
K    kasar
   P  Putri malu menutup 3-5 menit kemudian terbuka kembali


       Niktinasti
1.      Menyediakan dua buah pot tanaman putri malu.
2.      Memberi tanda A pada pot pertama dan tanda B pada pot kedua.
3.      Meletakkan pot A di ruang terbuka dan terang.
4.      Menyimpan pot B di atas meja dan menutupnya dengan menggunakan karton atau kardus yang kedap cahaya dengan hati-hati agar tidak menyentuhnya.
5.      Membiarkan pot B tertutup selama lebih kurang setengah jam (30 menit).
6.      Membuka dengan hati-hati pot B (tidak menyentuh tanamannya) setelah ditutup selama lebih kurang setengah jam (30 menit)
7.      Mencatat hasil pengamatan dan menuangkan hasilnya pada lembar kerja (tabel 1.3.) dibagian akhir modul ini.



       Hasil Pengamatan
Tabel 1.3.
Hasil pengamatan niktinasti

     No.
Pot Putri Malu
Reaksi daun putri malu
   Mula-mula           
    ½ jam kemudian
1.
Di Simpan di tempat terang
      Berkembang/ Biasa
    Berkembang/ Biasa
2.
Dit  Tutup dengan penutup yang kedap cahaya
      Berkembang/ Biasa
       Mati

       Gerak Tropisme (Geotropisme Negatif)
1.      Membuat 2 (dua) buah pot tanaman kacang merah dengan cara menanam 3 biji kacang merah dalam setiap pot ukuran kecil (atau botol air kemasan yang dipotong) dan diberi lubang di bagian alasnya) 1-2 minggu sebelum percobaan dimulai.
2.      Jika sudah mendapatkan 2 (dua) pot tanaman kacang merah yang cukup baik dan berdiri dengan tegak, selanjutnya beri label A untuk pot pertama dan label B untuk pot yang lainnya.
3.      Meletakkan pot B secara horisontal (arah mendatar), sedangkan pot A dibiarkan berdiri (vertikal) dan menyimpan keduanya di tempat terbuka.
4.      Melakukan pengamatan setiap pagi dan sore selama 1 (satu) minggu.
5.      Menuangkan hasil pengamatan pada lembar kerja (tabel 1.4.) dibagian akhir modul ini.

       Hasil Pengamatan
Tabel 1.4.
Hasil pengamatan geotropisme negatif

     Jenis Pot
Pengamatan hari ke - ….
     Keterangan
    1
      2
     3
      4
      5
      6
    7
1
Ö       Ö

Ö       Ö

Ö       Ö

Ö       Ö

Ö       Ö

Ö       Ö

Ö       Ö
        Lihat di   
         pembahan
2

Ö       Ö

Ö       Ö

Ö       Ö

Ö       Ö

Ö       Ö

Ö       Ö

Ö       Ö
       Lihat di  
        pembahasan

D.     Teori
Gerak Nasti
Gerak nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan namun arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Kata nasti berasal dari bahasa Yunani, yaitu nastos yang berarti dipaksa mendekat. Oleh karena itu, arah gerak dari bagian tubuh tumbuhan yang melakukan gerak nasti ditentukan oleh tumbuhan itu sendiri. Contohnya antara lain :
1.      Menutupnya daun putri malu dan tumbuhan Venus karena sentuhan
2.      Menutupnya daun-daun majemuk pada tanaman polong-polongan saat malam hari Membuka dan menutupnya bunga pukul empat
3.      Membuka serta menutupnya stomata
  Ditinjau dari macam sumber rangsangannya, gerak nasti dibedakan menjadi :
1.      Fotonasti
       Fotonasti adalah gerak nasti pada tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan cahaya matahari. Misalnya : Bunga pukul sembilan yang mekar sekitar pukul sembilan atau bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) yang akan mekar pada sore hari dan menutup esok paginya.
2.      Niktinasti
       Niktinasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh suasana gelap. Istilah niktinasti berasal dari bahasa Yunani, nux yang berarti malam. Umumnya, daun-daun tumbuhan polong-polongan (Leguminosaceae) akan menutup pada waktu malam. Daun-daun tersebut akan membuka kembali pada pagi hari. Selain disebabkan oleh suasana gelap, gerak “tidur” daun-daun tersebut dapat terjadi akibat perubahan tekanan turgor di dalam persendian daun. Misalnya: Gerak tidur daun pohon turi di malam hari, yang mengatupkan daunnya saat hari mulai gelap atau daun pohon lamtoro yang melipat ke bawah menjelang malam hari.
3.      Tigmonasti
       Tigmonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan mekanis berupa sentuhan atau tekanan. Istilah tigmonasti berasal dari bahasa Yunani, yaitu thigma yang berarti sentuhan. Gerak tigmonasti disebut juga dengan seismonasti. Misalnya: Gerak mengatupnya daun putri malu karena terkena sentuhan. Respon mengatup (seperti layu) akan terjadi dalam waktu singkat sekitar 1-2 detik. Untuk kembali ke posisi semula, tumbuhan putri malu membutuhkan waktu lebih kurang 10 menit. Mekanisme gerak ini juga disebabkan oleh pengaruh perubahan tekanan turgor di dalam sel-sel pada persendian daun.
4.      Termonasti
       Termonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan suhu. Misalnya: Mekarnya bunga tulip pada saat suhu udaranya sesuai
5.      Haptonasti
       Haptonasti adalah gerak nasti yang terjadi pada tumbuhan insektivora yang disebabkan oleh sentuhan serangga. Misalnya: Menutupnya daun tanaman kantung semar dan Venus ketika tersentuh serangga kecil. Jika seekor serangga mendarat di permukaan daun, daun akan cepat menutup. Akibatnya, serangga tersebut terperangkap dan tidak dapat keluar.
6.      Nasti Kompleks
    Nasti kompleks adalah gerak nasti yang disebabkan oleh beberapa faktor sekaligus.
    Rangsangan yang diterima dapat berupa: cahaya matahari, suhu, air dan zat kimia. Misalnya : Gerak membuka dan menutupnya sel-sel penjaga pada stomata

GERAK TROPISME
Gerak Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Tropisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu trope, yang berarti membelok. Bila gerakannya mendekati arah rangsangan disebut tropisme positif sedangkan jika gerak responnya menjauhi arah datangnya rangsangan disebut tropisme negatif. Contoh:
·         gerak batang tumbuhan ke arah cahaya,
·         gerak akar tumbuhan ke pusat bumi,
·         gerak akar menuju air, dan
·         gerak membelitnya ujung batang atau sulur pada jenis tumbuhan bersulur.

Ditinjau dari macam sumber rangsangannya, tropisme dibedakan menjadi:

1.     Fototropisme
Fototropisme adalah gerak tropisme yang disebabkan oleh rangsangan berupa cahaya matahari. Fototropisme disebut juga heliotropisme. Fototropisme merupakan adaptasi tumbuhan untuk mengarahkan tajuknya ke arah cahaya matahari yang sangat penting untuk berlangsungnya proses fotosintesis.
Selain itu, fototropisme ini berkaitan erat dengan zat tumbuh yang terdapat pada ujung tumbuhan yang disebut auksin. Pada sisi batang yang terkena cahaya, zat tumbuh lebih sedikit daripada sisi batang yang tidak terkena cahaya. Akibatnya, sisi batang yang terkena cahaya mengalami pertumbuhan lebih lambat daripada sisi batang yang tidak terkena cahaya sehingga batang membelok ke arah cahaya.
2.     Geotropisme
Geotropisme adalah gerak tropisme yang disebabkan oleh rangsangan gaya gravitasi bumi. Geotropisme disebut juga gravitropisme. Geotropisme positif jika gerak responnya menuju ke bumi atau menuju ke bawah, Misalnya: gerak pertumbuhan akar. Geotropisme negatif jika gerak responnya menjauhi bumi atau menuju ke atas, Misalnya: gerak pertumbuhan batang.
3.     Hidrotropisme
Hidrotropisme adalah gerak tropisme yang disebabkan adanya rangsangan berupa air. Gerak akar tumbuhan selalu menuju ke tempat yang basah (berair). Misalnya : Gerakan akar kaktus untuk mencari air.
4.     Kemotropisme
Kemotropisme adalah gerak tropisme yang disebabkan adanya rangsangan berupa zat kimia. Misalnya : Gerakan akar yang menuju unsur hara atau pupuk dalam tanah.


5.     Tigmotropisme
Tigmotropisme adalah gerak tropisme yang disebabkan adanya rangsangan berupa sentuhan benda yang lebih keras. Misalnya: Gerak pada tumbuhan yang memiliki sulur. Apabila sulurnya menyentuh benda keras seperti tonggak kayu, maka akan terjadi kontak sehingga sulur akan melilit kayu tersebut. Adanya sentuhan merangsang sel-sel tumbuh dengan kecepatan yang berbeda. Pertumbuhan sel-sel pada daerah yang bersentuhan lebih lambat daripada sel-sel pada bagian lainnya sehingga memungkinkan sulur dapat tumbuh melilit. Tigmotropisme memungkinkan tumbuhan memanjat dengan bantuan objek lain sebagai penyangga pada waktu tumbuh ke arah cahaya matahari.Geotropisme adalah gerak tropisme yang disebabkan oleh rangsangan gaya gravitasi bumi. Geotropisme disebut juga gravitropisme. Geotropisme positif jika gerak responnya menuju ke bumi atau menuju ke bawah, Misalnya: gerak pertumbuhan akar. Geotropisme negatif jika gerak responnya menjauhi bumi atau menuju ke atas, Misalnya: gerak pertumbuhan batang.

E.     Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh gerak nasti yang disebabkan oleh suasana gelap. Umumnya, daun-daun putri malu akan menutup pada waktu malam. Daun-daun tersebut akan membuka kembali pada pagi hari. Selain disebabkan oleh suasana gelap, gerak “tidur” daun-daun tersebut dapat terjadi akibat perubahan tekanan turgor di dalam persendian daun. Misalnya: Gerak tidur daun pohon turi di malam hari, yang mengatupkan daunnya saat hari mulai gelap atau daun pohon lamtoro yang melipat ke bawah menjelang malam hari.
Berdasarkan hasil pengamatan kacang merah yang kami lakukan selama dua belas hari maka diperoleh data sebagai berikut :


Hari ke
Gambar pertumbuhan kecambah kacang merah pot A dan B
Panjang (cm)
Keterangan
Akar
Batang
1
Belum ada perkembangan
-
-

2
Muncul akar
½ cm
1 cm

3
Tumbuh batang
½ cm
3 cm
Akar tetap
4
Batang bertambah panjang
½ cm
4 ½ cm
Akar tetap
5
Batang bertambah panjang
½ cm
6  cm
Akar tetap
6
Batang bertambah panjang
1 cm
7 cm
Akar bertambah
7
Batang bertambah panjang
I cm
8 ½ cm

8
Batang bertambah panjang
I cm
9 ½ cm

9
Batang bertambah panjang
I cm
10 ½ cm

10
Batang bertambah panjang
I cm
11 ½ cm

11
Batang bertambah panjang
I cm
12 ½ cm

12
Batang bertambah panjang
I cm
13 ½ cm

13
Batang bertambah panjang
I cm
14 cm

14
Batang bertambah panjang
I cm
15 cm


Berdasarkan tabel di atas dapat di ketahui bahwa dalam setiap harinya kecambah kacang merah berkembang ½ - 2 cm setiap harinya. Setelah hari ke 7 pot B kemudian di miringkan tanpa menyentuh tanah dan hasilnya adalah batang kacang yang ada di pot B mengalami kemiringan seperti huruf “L” yang mengarah ke datangnya cahaya matahari.

F.     Kesimpulan
Gerak pada tumbuhan terjadi karena proses tumbuh atau karena rangsangan dari luar. Walaupun tidak memiliki alat indra, tumbuhan peka terhadap lingkungan sekitarnya. Tumbuhan memberi tanggapan terhadap rangsangan yang berasal dari cahaya, gaya tarik bumi, dan air. Ada pula tumbuhan yang peka terhadap sentuhan dan zat kimia. Tanggapan tumbuhan terhadap rangsangan-rangsangan tersebut di atas disebut daya iritabilitas atau daya peka terhadap rangsangan.
Gerak Nasti
Gerak nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan namun arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan.
Ditinjau dari macam sumber rangsangannya, gerak nasti dibedakan menjadi :
§   Fotonasti
§   Niktinasti
§   Tigmonasti
§   Termonasti
§   Haptonasti
§   Nasti Kompleks

Gerak Tropisme
             Gerak Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Bila gerakannya mendekati arah rangsangan disebut tropisme positif sedangkan jika gerak responnya menjauhi arah datangnya rangsangan disebut tropisme negatif.
Ditinjau dari macam sumber rangsangannya, tropisme dibedakan menjadi:
§   Fototropisme
§   Geotropisme
§   Hidrotropisme
§   Kemotropisme
§   Tigmotropisme


G.     Pertanyaan
1.      Sebutkan dua jenis tanaman lain yang dapat melakukan niktinasti! Jelaskan alasan anda memilihnya!
       Jawaban :
       Dua jenis tanaman lain yang dapat melakukan niktinasti adalah : Pohon Turi dan Pohon Lamtoro. Alasan pengamat memilih kedua tanaman tersebut adalah karena di sekitar rumah pengamat terdapat beberapa pohon tersebut dan pengamat telah melakukan pengamatan pada kedua jenis tanaman tersebut dan ternyata fakta yang ada sesuai dengan teori yang ada.

2.      Apa perbedaan antara niktinasti dengan seismonasti pada percobaan yang telah anda lakukan? Jelaskan!
       Jawaban :
Niktinasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh suasana gelap. Umumnya, daun-daun tumbuhan polong-polongan (Leguminosaceae) akan menutup pada waktu malam. Daun-daun tersebut akan membuka kembali pada pagi hari. Selain disebabkan oleh suasana gelap, gerak “tidur” daun-daun tersebut dapat terjadi akibat perubahan tekanan turgor di dalam persendian daun.
Sedangkan seismonasti/tigmonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan mekanis berupa sentuhan atau tekanan.
3.      Pada percobaan geotropisme yang telah anda lakukan sebenarnya anda juga sekaligus telah membuktikan adanya gerak fototropisme. Mengapa? Jenis fototropisme apakah yang terjadi? Jelaskan!
       Jawaban :
       Geotropisme adalah gerak tropisme yang disebabkan oleh rangsangan gaya gravitasi bumi. Geotropisme disebut juga gravitropisme. Geotropisme positif jika gerak responnya menuju ke bumi atau menuju ke bawah, sedangkan fototropisme adalah gerak tropisme yang disebabkan oleh rangsangan berupa cahaya matahari. Fototropisme disebut juga heliotropisme. Fototropisme merupakan adaptasi tumbuhan untuk mengarahkan tajuknya ke arah cahaya matahari yang sangat penting untuk berlangsungnya proses fotosintesis.
Pada percobaan ini, kedua gerak tersebut terjadi. Pertama, gerak batang yang menjauhi pusat bumi (geotropisme negatif) dan yang kedua adalah gerak batang yang berbelok menuju cahaya matahari yang dibutuhkan melakukan proses fotosintesis (fototropisme positif).

1 komentar:

haryo seno mengatakan...

ini semua copas dari mana euy
..bagi rahasianya ya...

Poskan Komentar

kritik dan saran harap menggunakan bahasa indonesia yang baik dan sopan

 

Cerita.. Informasi... dan Bisnis © 2008. Template Design By: SkinCorner