Rabu, 10 Agustus 2011

Pemuaian Zat Cair


PEMUAIAN ZAT CAIR

I.                    TUJUAN
Menguji bahwa zat cair ( air) jika dipanasi akan memuai.

II.                  ALAT DAN BAHAN
1.       Botol minuman bekas                                    1 buah
2.       Pewarna                                                        secukupnya
3.       Sedotan minuman                                          1 buah
4.       Baskom/ember                                              1 buah
5.       Lilin mainan/malam                                         secukupnya
6.       Thermometer                                                 1 buah

III.                CARA KERJA
1.       Campurkan pewarna (bebas) dengan air secukupnya.
2.       Masukkan cairan pewarna tersebut  ke dalam botol bekas (usahakan botol berwarna bening) sampai penuh.
3.       Tutuplah botol tersebut dengan lilin.
4.       Jangan lupa pada waktu menutup botol dengan lilin sertakan sedotan minuman (usahakan sedotan berwarna putih bening).
5.       Selanjutnya masukkan botol tersebut ke dalam baskom atau ember yang telah diisi dengan air panas.


 




 

IV.                TEORI

Zat cair/air jika kena panas atau dipanasi maka akan memuai. Pemuaian zat cair tersebut sering juga disebut pemuaian volume.
 
Pemuaian volume adalah pertambahan ukuran volume suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian volume terjadi benda yang mempunyai ukuran panjang, lebar dan tebal. Contoh benda yang mempunyai pemuaian volume adalah kubus, air dan udara. Volume merupakan bentuk lain dari panjang dalam 3 dimensi karena itu untuk menentukan koefisien muai volume sama dengan 3 kali koefisien muai panjang. Sebagaimana yang telah dijelskan diatas bahwa khusus gas koefisien muai volumenya sama dengan 1/273.
Persamaan yang digunakan untuk menentukan pertambahan volume dan volume akhir suatu benda tidak jauh beda pada perumusan sebelum. Hanya saja beda pada lambangnya saja. Perumusannya adalah:
∆V = Vo.β.∆t
Dimana : ∆V = pertambahan volume
   Vo = volume awal
    Β   = koefisien
     ∆t = perbedaan waktu

V.                  DATA PENGAMATAN
1.       Suhu larutan merah sebelum dimasukkan ke dalam air panas adalah 0oC
2.       Suhu air panas dalam ember adalah 80oC
3.       Ketinggain air yang merambat pada pipa dari lilin adalah
1 menit pertama 1 cm
1 menit kedua 2 cm
1 menit ketiga 3 cm
1 menit keempat 4Cm
1 menit kelima 5 cm
4.       Ketinggan maksimum air yang merambat pada pipa adalah 7 Cm setelah mencapai waktu 10 menit
5.       Suhu air pada pipa setelah mencapai ketinggan akhir adalah 90oC
6.       Suhu akhir air dalam ember saat larutan pada pipa mencapai tinggi maksimum adalah 90 oC

VI.                PEMBAHASAN
Pada saat air mulai panas yang dikarenakan adanya pemanasan, maka air akan memuai/naik keatas. Sehingga volume air akan bertambah banyak dari awalnya. Jika dipanasi terus menerus lama kelamaan volume air akan mencapai titik puncaknya yaitu air mendidih dan volume air akan berkurang karena adanya penguapan.

 
VII.              KESIMPULAN
Suatu zat cair/air bila kena panas atau dipanasi maka akan memuai dan lama kelamaan akan mendidih jika sudah mencapai suhu 100oC

VIII.            PERTANYAAN
1.       Pada percobaan yang dilakukan ada berapa proses perpindahan kalor atau panas?
Jawab :
Ada dua proses perpindahan kalor/panas pada percobaan diatas. Yaitu kalor dari air panas menuju ke botol yang berisi cairan yang panas, kemudian menuju ke air yang ada di pipa sedotan melalui pipa yang disumbat dari lilin.

2.       Apa yang terjadi pada larutan dalam pipa jika air dalam ember di dinginkan?
Jawab :
Jika air dalam ember didinginkan, maka volume air dalam pipa akan menyusut/berkurang dan akan berhenti menyusust jika suhu air dalam ember sama dengan suhu air dalam pipa.

0 komentar:

Posting Komentar

kritik dan saran harap menggunakan bahasa indonesia yang baik dan sopan

 

Cerita.. Informasi... dan Bisnis © 2008. Template Design By: SkinCorner