Rabu, 10 Agustus 2011

Perkembangan Makhluk Hidup


PERTUMBUHAN, PERKEMBANGN DAN PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP (PADA HEWAN)
 

A.       TUJUAN
1.         Mengamati pertumbuhan dan perkembangan lalat buah (Drosophila sp) dari telur sampai imago (dewasa)
2.         Mengetahui lamanya siklus hidup lalat buah.

B.        ALAT DAN BAHAN
1.         Plastik transparan pembungkus ukuran besar 1 buah
2.         Botol selai 3 buah
3.         Pisang ambon secukupnya
4.         Tape ketela pohon secukupnya
5.         Sendok makan 1 buah
6.         Kertas saring secukupnya
7.         Lalat buah ± 20 ekor

C.        CARA KERJA
1.      Membuat medium lalat buah
Untuk setiap botol selai diperlukan ± 2 sendok makan penuh medium. Jadi untuk percobaan ini diperlukan ± 6 sendok makan penuh medium. Dengan demikian anda dapat memeperkirakan banyaknya medium yang akan dibuat. Cara membuat medium lalat buah ikutilah prosedur berikut.
a.      Sediakan alat penumbuk/blender jika ada, pastikan alat-alat tersebut dalam keadaan bersih
b.      Haluskan pisang ambon yang sudah ranum dan tape ketela pohon dengan perbandingan 6 pisang : 1 tape menggunakan penumbuk/blender
c.       Sesudah medium tercampur rata dan halus, masukkan ke dalam botol selai, masing-masing 2 sendok makan dan ratakanlah
d.      Masukkan kertas  saring steril atau kertas tissue yang sudah anda lipat kedalam setiap botol selai
2.      Menangkap lalat buah
a.      Persiapkan botol selai dan tutupnya serta kantong plastik besar
b.      Pergilah ke tempat dimana terdapat tong sampah/tumpukan sampah
c.       Setelah sampai di tempat sampah, kembangkanlah kantong plastik besar dengan mulut plastik terbuka lebar dan anda pegang pada pangkalnya kemudian arahkan mulut tong sampah terbuka dan buatlah kejutan dengan cara memukul atau mengguncang-guncangkan tong sampah.
d.      Biasanya lalat buah akan terbang dan akan terperangkap ke dalam kantong plastik dengna cara sehingga beberapa ekor lalat buah sekarang terperangkap dalam kantong plastik
3.      Mengkultur lalat buah
a.      Masukan lalat buah yang terperangkap dalam plastik tadi dengan hati-hati ke dalam botol kultur, pekerjaan ini agak sulit dan mintalah bantuan teman. Jika anda kesulitan biuslah lalat buah yang ada dalam plastik tersebut dengan ether/chloroform yang dimasukkan ke dalam botol kultur lebih kurang ekor lalat buah. Hati-hati jangan sampai terendam atau terkena medium. Jadi sebaiknya diletakkan di atas kertas saring. Biasanya dalam waktu kurang 5 menit lalat buah akan siuman
b.      Sebelum lalat buah siuman tutuplah botol kultur dengan plastik dan ikatlah dengan karet gelang
c.       Tusuk-tusuklah tutup plastik dengan jarum pentul agar ventilasinya baik
d.      Tempatkanlah botol kultur di tempat yang teduh dan aman
e.      Amatilah biarkan tiap pagi dan sore hari secara teratur. Misalnya setiap jam 08.00 dan jam 18.00. pengamatan meliputi kapan timbul telur, larva, pupa, pupa berubah warna, dan keluarnya lalat dewasa (imago). Tuangkanlah hasil pengamatan anda pada lembar kerja

D.       TEORI
Perkembang biakan salah satu ciri makhluk hidup guna kelangsungan jenisnya.  Perkembang biakan terbagi menjadi dua yaitu perkembang biakan vegetatife dan perkembangbiakan generatif. Perkembang biakan generatif terjadi melalui proses perkawinan sedangkan perkembangbiakan vegetatif terjadi melalui beberapa cara diantaranya dengan cara bertunas, membelah diri, fragmentasi pada hewan tingkat rendah, sedangkan untuk tumbuhan terjadi dengan cara geragih, akar pinang, umbi. Selain itu perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan dapat terjadi melalui stek, cangkok, dan menempel.

E.        TABEL PENGAMATAN
Hari Ke
Waktu Pengamatan
Kejadian / Perubahan
1
Siang
Belum ada perkembangan
2
Siang
Terdapat telur (embryo) di dinding botol
3
Siang
Terdapat telur (embryo) di dinding botol
4
Siang
Embryo berubah menjadi instar larva
5
Siang
Instar larva membesar
6
Siang
Instar larva membesar dari hari sebelumnya
7
Siang
Instar larva berubah menjadi prepupa
8
Siang
Prepupa berubah menjadi pupa
9
Siang
Pupa berubah jadi lalat
10
Siang
Pupa berubah jadi lalat

F.         PEMBAHASAN
Lalat buah (Drosophila melanogaster) mudah dipelihara dalam laboratorium karena makanannya sangat sederhana, hanya memerlukan sedikit ruangan dan tubuhnya cukup kuat.
Pada temperatur kamar (suhu ruangan), Lalat buah (Drosophila melanogaster) dapat menyelesaikan siklus hidupnya kurang lebih dalam 12 hari.
Jumlahnya di alam sangat berlimpah dan mudah didapati.
Lalat buah (Drosophila melanogaster) dapat menghasilkan keturunan dalam jumlah yang besar.
Jumlah kromosom relatif sedikit, yaitu 4 pasang dan memiliki "Giant Chromosme”. kromosom ini terdapat dalam sel-sel kelenjar ludah yang besarnya 100 kali lipat dari kromosom biasa, sehingga mudah diamati di bawah mikroskop cahaya.
Lalat buah (Drosophila melanogaster) memiliki berbagai macam perbedaan sifat keturunan yang dapat dikenali dengan pembesaran lemah. Lalat buah (Drosophila melanogaster) ini memiliki beberapa jenis mutan (individu yang dihasilkan karena adanya mutasi) yang dapat diamati dengan perbesaran yang lemah pula.
Perkembangan dari siklus hidupnya mudah di amati, karena terjadi di luar tubuhnya mulai dari telur, larva, pupa hinggá menjadi dewasa (imago).
Drosophila melanogaster mempunyai panjang tubuh sekitar 3 sampai 4 mm, tubuhnya berwarna kuning kecoklatan. Betina dewasa mulai bertelur pada hari kedua setelah menjadi lalat dewasa dan meningkat hingga seminggu sampai betina meletakkan 50-75 telur perhari dan mungkin maksimum 400-500 buah dalam 10 hari Telur Drosophila dilapisi oleh dua lapisan, yaitu satu selaput vitellin tipis yang mengelilingi sitoplasma dan suatu selaput tipis tapi kuat (Khorion) di bagian luar dan di anteriornya terdapat dua tangkai.tipis. Korion mempunyai kulit bagian luar yang keras dari telur tersebut. Pada ujung anterior terdapat mikrophyle, tempat spermatozoa masuk ke dalam telur. Walaupun banyak sperma yang masuk ke dalam mikrophyle tapi hanya satu yang dapat berfertilisasi dengan pronuleus betina dan yang lainnya segera berabsorpsi dalam perkembangan jaringan embrio. Perkembangan dimulai segera setelah terjadi fertilisasi, yang terdiri dari dua periode. Pertama, periode embrionik di dalam telur pada saat fertilisasi sampai pada saat larva muda menetas dari telur dan ini terjadi dalam waktu kurang lebih 24 jam. Dan pada saat seperti ini, larva tidak berhenti-berhenti untuk makan. Periode kedua adalah periode setelah menetas dari telur dan disebut perkembangan postembrionik yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu larva, pupa, dan imago ( fase seksual dengan perkembangan pada sayap ). Formasi lainnya pada perkembangan secara seksual terjadi pada saat dewasa. Larva Drosophila berwarna putih, bersegmen, berbentuk seperti cacing, dan menggali dengan mulut berwarna hitam di dekat kepala. Untuk pernafasan pada trakea, terdapat sepasang spirakel yang keduanya berada pada ujung anterior dan posterior. Saat kutikula tidak lunak lagi, larva muda secara periodik berganti kulit untuk mencapai ukuran dewasa. Kutikula lama dibuang dan integumen baru diperluas dengan kecepatan makan yang tinggi. Selama periode pergantian kulit, larva disebut instar. Instar pertama adalah larva sesudah menetas sampai pergantian kulit pertama. Dan indikasi instar adalah ukuran larva dan jumlah gigi pada mulut hitamnya. Sesudah pergantian kulit yang kedua, larva ( instar ketiga ) makan hingga siap untuk membentuk pupa. Pada tahap terakhir, larva instar ketiga merayp ke atas permukaan medium makanan ke tempat yang kering dan berhenti bergerak. Dan jika dapat diringkas, pada Drosophila, destruksi sel-sel larva terjadi pada prose pergantian kulit ( molting ) yang berlangsung empat kali dengan tiga stadia instar : dari larva instar 1 ke instar II, dari larva instar II ke instar III, dari instar III ke pupa, dan dari pupa ke imago. Selama makan, larva membuat saluran-saluran di dalam medium, dan jika terdapat banyak saluran maka pertumbuhan biakan dapat dikatakan berlangsung baik. Larva yang dewasa biasanya merayap naik pada dinding botol atau pada kertas tissue dalam botol. Dan disini larva akan melekatkan diri pada tempat kering dengan cairan sperti lem yang dihasilkan oleh kelenjar ludah dan kemudian membentuk puypa ( kepompong ). Saat larva Drosophila membentuk cangkang pupa, tubuhnya memendek, kutikula menjadi keras dan berpigmen, tanpa kepala dan sayap disebut larva instar 4. Formasi pupa ditandai dengan pembentukan kepala, bantalan sayap, dan kaki. Puparium ( bentuk terluar pupa ) menggunakan kutikula pada instar ketiga. Pada stadium pupa ini, larva dalam keadaan tidak aktif, dan dalam keadaan ini, larva berganti menjadi lalat dewasa. Struktur dewasa tampak jelas selama periode pupa pada bagian kecil jaringan dorman yang sama seperti pada tahap embrio. Pembatasan jaringan preadult ( sebelum dewasa ) disebut anlagen. Fungsi utama dari pupa adalah untuk perkembangan luar dari anlagen ke bentuk dewasa. Dewasa pada Drosophila melanogaster dalam satu siklus hidupnya berusia sekitar 9 hari. Setelah keluar dari pupa, lalat buah warnanya masih pucat dan sayapnya belum terbentang. Sementara itu, lalat betina kan kawin setelah berumur 8 jam dan akan menyimpan sperma dalam jumlah yang sangat banyak dari lalat buah jantan.

G.       KESIMPULAN
Berdasarkan laporan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa Lalat buah adalah serangga yang mudah berkembang biak. Dari satu perkawinan saja dapat dihasilkan ratusan keturunan, dan generasi yang baru dapat dikembangbiakkan setiap dua minggu.

H.       PERTANYAAN
1.      Pada hari keberapa lalat buah meletakkan telur-telurnya?
Jawab : Pada hari ke dua
2.      Pada hari keberapa pupa dan lalat dewasa terjadi?
Jawab : Pada hari ke 9 atau 10

0 komentar:

Poskan Komentar

kritik dan saran harap menggunakan bahasa indonesia yang baik dan sopan

 

Cerita.. Informasi... dan Bisnis © 2008. Template Design By: SkinCorner